Selamat siang teman-teman katolik semuanya, hari ini khusus
saya informasikan mengenai Ret-Ret-nya KMK St. Agustinus Yogyakarta kampus
INSTIPER.
Ret ret punya KMK St. Agustinus bisa dibilang diklat kalau
UKM lain sebut, dimana setiap mahasiswa baru yang ingin menjadi anggota tetap
KMK harus melalui Ret Ret ini dulu. Nah,
bagaimana sih rangakaian acaranya? Buat para maba INSTIPER katolik yang mau masuk
harus lihat ini dulu.
Yang pertama adalah, para maba harus daftar diri dulu pada panitia yang bersangkutan, kemudan para maba akan dikumpulkan di depan sekertariat untuk dilepas. Para maba nanti dilepas kemana? Nah ini dia intinya, para maba nanti bukan langsung dilepas di tempat Ret Ret lo. Tapi, dilepas di daerah masyarakat untuk membantu para warganya yang memerlukan, atau sekedar membersiihkan daerah itu dengan yang mereka bisa dan hukumnya wajib.
Perlu 5 km mereka berjalan dari perkampungan ke tempat Ret Ret, kemudian sesampainya di lokasi mereka akan dikejutkan dengan sambutan hangat para panitia. Yaitu merangkak dan tiarap untuk mendapatkan kokart, kokart ini namanya bukan menggunakan nama asli mereka melainkan menggunakan nama ilimiah tanaman dan memang sudah menjadi ciri khas dari KMK St.Agustinus INSTIPER.
Setelah semua dilalui mereka akan bersih-bersih, makan dan diberikan materi oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya seperti Bruder, Romo, dan para dosen katolik. Selanjutnya di adakan laporan mengenai perjalanan mereka, aktifitas mereka di perkampungan pada saat dilepaskan tadi. Dalam aktifitas tersebut sebelumnya telah ditetapkan beberapa aturan yang seharusnya mereka langgar seperti dilarang membeli makanan dan minuman selama perjalanan dan sebagainya. Laporan tersebutlah yang nantinya menjadi bahan hukuman atau lebih tepatnya bahan ajaran dimana para pemimpin harus siap dengan konsekuensi sebagai konsep kepemimpinannya. Bagaimana reaksi para maba akan hal ini menjadi penentu bahwa mereka siap atau tidak melanjutkan yang kami tinggalkan untuk mereka di KMK St. Agustinus. Setelah semuanya diadili dan mengaku, mereka disuruh tidur untuk besok paginya disiapkan berolahraga pada pagi harinya.
Mentari menyambut kami dengan sinarnya dan berkah Yesus bersama kami pada pagi harii itu, selesai berolahraga kamipun melanjutkan dengan berbagai permainan dan outbond yang panitia siapkan untuk kami. Setelah itu dilanjutkan dengan materi yang diberikan oleh para dosen, dan persiapan materi lainnya. Pada malam harinya, tiba-tiba suasana beruubah drastis yang tadinya menyenangkan kini menjadi sangat tegang. Para panitia bersiteru dengan sesamanya mengenai konsep yang sangat bertolak belakang karena kita tahu konsep Ret Ret itu sendiri adlah kegiatan yang sangat jauh dari keramaian dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Berujunglah pada tindakan anarkis para panitia yang membuat kami tegang, disini mereka mengahrapkan suara kami sebagai penengah agar dapat melihat bibit yang tentunya berani bersuara meski dalam keadaan apapun.
Ketegangan tersebut kemudia diredam oleh para bruder yang
memberi kami renungan tentang apa yang baru saja terjadi setelah selesai kami
di minta membuat kelompok dan ditutup matanya. Untuk apa ditutup matanya? Mau dibawa
kemanakah ini? Pertanyaan tersebut terus menghantui kami sementara para panitia
menuntun kami ke suatu tempat. Setelah sampai kami disuguhkan dengan
serangkaian jalan salib yang mengharuskan kami memanggul salib dan mengecap
berbagai rasa air. Ada panitia yang
menharuskan kami merangkak, push up, dan bahkan berdoa di kuburan. Entah apa
maksudnya dan apa hubungannya dengan berbagai renungan yang diberikan disetiap
pos jalan salib tersebut.
Setelah selesai semuanya kami pun sampai pada makam
buatan yang melambangkan makam Yesus. Satu
persatu kami mencium salib sambil menunggu semuanya berkumpul. Tetapi betapa
terharunya kami ketika seluruh panitia membersihkan dan mencium kaki kami satu
persatu, sungguh diluar dugaan bahwa dari sekian banyak hukuman yang diberikan
pada kami mereka masih ingin memberikan kami kejutan lainnya. Itulah sebagian
besar kegiatan Ret Ret KMK St. Agustinus dan Latihan Kepemimpinan yang diadakan
di Kaliurang pada tahun 2011, dimana semuanya menjadi teman, saudara, bahkan
kekasih (wew..)
Okelah teman teman sekalian terimakasih sudah mau
berkkunjung di blog saya mungkin beberapa teman ada didalam kegiatan tersebut
dengan tahun dan tempat yang sama dan tersipu malu dengan ingatan lama
tersebut. Selamat siang dan berkah dalem.













